• #temanrasayang

    Kenangan Terindah – Part 1

    Tiinn… Tiinnn… Tiinnn… Suara klakson sepeda motor Rizky terus berbunyi tanpa henti. Dia sengaja melakukan kegaduhan itu di depan rumah Ayunda. “Baaweelll… Keluar dongg!!” teriak Rizky sambil merapikan rambutnya. Dari dalam kamar, Ayunda membuka tirai jendelanya. Setengah memicingkan mata, ia melihat sosok yang tak asing baginya, berdiri di depan rumahnya. “Dia lagi, dia lagi..” “Well, Baweeelll.. kamu pilih keluar atau aku yang masuk kamarmu??” Mendengar teriakan Rizky yang kedua, Ayunda pun terpaksa keluar dari istananya. “Arek gendeng!!” (Anak gila!!). Ayunda pun bergegas keluar. Lalu, dia berdiri di depan pintu dengan tatapan sinis. “Mau ngapain sih, Cungkring? Di rumah lagi nggak ada orang, jangan ngasal deh.” “Gendeng-gendeng ngene seng penting ganteng.”…

  • #temanrasayang

    Prolog

    Ayunda Ramadhani Putri. Aku mengenalmu sejak usia kita masih berusia tujuh tahun. Saat itu kita masih anak-anak, yang kita tahu hanyalah bermain dan bertengkar. Seiring berjalannya waktu, aku sadar pertengkaran kita sangatlah konyol. Untuk itu, aku memutuskan berdamai denganmu. Aku harap, keberuntungan selalu berpihak pada kita. Sehingga kita bisa menjalin persahabatan ini dengan tulus. Hampir setiap senja, kuhabiskan waktu bersamamu. Kasih sayang di antara kita, tumbuh dengan sendirinya. Dirimu tumbuh menjadi gadis yang mandiri dan sederhana. Kepribadianmu yang unik, membuatmu terlihat sangat istimewa di mata semua orang, termasuk aku. Banyak yang mempertanyakan hubungan kita. Karena mereka tak pernah percaya dengan persahabatan ini. Tapi aku akan berusaha menjaga persahabatan kita, agar…