Catatan Harian

Happy Mom Day

4 tahun yang lalu, selepas dari seragam putih abu-abu, aku mengikuti tes SNMPTN. Tapi keberuntungan tak berpihak padaku, mungkin belum rejeki, aku pun tidak lolos masuk PTN impianku.

Saat itu, hanya beliau lah yang ada di sampingku, dan aku msh ingat dengan tersenyum beliau berkata, “Mungkin memang belum rejekimu nduk, gak usah sedih yah, coba lagi tahun depan.”

Mendengar ibu berkata seperti itu, aku sedikit lega dan memutuskan untuk menunda kuliah. Selang beberapa hari, aku mendapatkan teror via SMS. Dalam pesan singkat tersebut, dia mencibirku, kalau aku ini anaknya tukang tambal ban yang gak mungkin bisa jadi sarjana, karena biaya kuliah mahal, jadi jangan bermimpi untuk bisa kuliah.

Mendengar putri semata wayangnya direndahkan seperti itu, ibu adalah orang pertama yang naik darah dan mendorongku agar tetep melanjutkan studi ku meski di PTS. Dan kemarin (19/12), aku senang bisa melihat ibu tersenyum bangga, menyaksikan putrinya diwisuda.

Ibu,, terima kasih banyak atas kasih sayang dan motivasimu selama ini. Aku bisa sekuat dan setegar sekarang juga karena didikan kerasmu. Pengorbananmu begitu besar buatku. Menyandang status sebagai wisudawan terbaik dan termuda kemarin, juga berkat campur tanganmu, bu. Tanpa ibu, Ayu bukan siapa-siapa.. Sehat terus yah bu,, agar bisa menyaksikan kesuksesan ayu selanjutnya.. Selamat Hari Ibu.. #happy #momday #selamathariibu — di Hotel Swiss Bellin – Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *