Feature

Tak Pernah Lelah, Meraih Impian

Layaknya pepatah, “Setumpul-tumpulnya pisau, namun jika pisau itu diasah terus-menerus maka akan tajam juga”. Seperti itulah, Irsy Kharimatus Sholicha, salah satu santri binaan Lembaga Amil Zakat Dompet Amanah Umat (LAZ DAU), yang tak pernah lelah berjuang meraih impiannya.

Sejak kecil, gadis kelahiran Sidoarjo ini, bercita-cita menjadi seorang Akuntan Negara. Menyadari akan perjalanan panjang harus ia lalui, Irsy pun telah menyiapkan diri untuk berjuang dan bersaing dengan teman sebayanya.

Semua itu berawal dari kegemarannya membaca. Karena baginya, dengan membaca dapat menambah wawasan dan pengetahuannya. Gadis yang menyukai warna biru muda ini, tak pernah memilih jenis buka apa yang ia baca. Hampir semua jenis buku, ia jadikan teman perjalanan dalam mewujudkan impiannya.

“Aku memang suka membaca, terserah apapun itu jenis bukunya. Tapi ada satu jenis buku yang sangat aku sukai, yakni novel fiksi ilmiah. Karena dari sana aku bisa mendapatkan banyak inspirasi dan pengetahuan,” cerita gadis kelahiran 16 September 2001 ini.

Selalu menempuh pendidikan di bangku sekolah negeri, tentu menjadi impian dan kebanggan setiap anak. Namun, tidak untuk Irsy. Baginya, apa yang telah ia raih selama ini bukanlah sebuah kebanggan, tapi semua itu barulah langkah awal untuk mewujudakn impiannya.

Alhamdulillah.. Sejak SD, SMP, hingga SMK, aku berhasil mewujudkan harapan masa kecilku, yakni bersekolah di jenjang pendidikan negeri,” tuturnya.

Semua yang telah diraihnya saat ini, tak ia dapatkan dengan cuma-cuma. Perjuangan panjang pun telah dilaluinya. Sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), ia mulai belajar dan memahami, betapa pentingnya pendidikan dan ketatnya persaingan untuk bisa lolos di sekolah negeri.

“Karena dengan bersekolah di sekolah negeri, pendidikan kita sedikit banyak terbantu oleh pemerintah. Alhamdulillah, dengan aku bisa masuk di sekolah negeri, dapat meringankan beban orang tua,” tambahnya.

Perbedaan biaya pendidikan yang cukup tinggi antara sekolah di negeri dan swasta lah, yang menginspirasi Irsy, untuk selalu siap dengan tantangan dan persaingan yang ada di depannya.

“Aku berusaha dengan giat belajar, dan pastinya juga berdoa. Tanpa aku sadari, semuanya berjalan sesuai dengan keinginanku. Alhamdulillah, aku diterima di SMPN 2 Sedati,” kenangnya.

Perjuangannya tak berhenti sampai di situ. Setelah masuk SMPN 2 Sedati, Irsy masih harus melewati beberapa tes, agar lolos seleksi masuk kelas unggulan. Dia harus bersaing dengan 350 siswa, untuk menjadi salah satu dari 30 siswa terbaik di sekolahnya.

Bisa menjadi salah satu siswa terbaik di sekolah dan masuk kelas unggulan, tentu menjadi impian semua siswa. Saat hal itu diraihnya, tak lantas membuat Irsy berbangga diri. Gadis berusia 16 tahun ini, selalu menekankan pada dirinya, bahwa apa yang telah ia dapatkan adalah awal dari perjalanannya.

“Senang boleh saja, tapi kita tidak boleh merasa bangga yang berlebihan terhadap diri kita. Apalagi merasa sombong terhadap apa yang kita miliki, padahal semua itu berasal dari Allah. Lebih baik kita selalu berusaha menjadi yang terbaik, tapi jangan pernah merasa bahwa diri kita lah yang terbaik,” ujarnya.

Selama duduk di bangku SMP, dia pernah mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Lomba Matematika tingkat Kabupaten. Meski belum bisa menjadi yang terbaik, namun Irsy tak pernah lelah untuk berjuang. Lalu, ia pun fokus pada persiapan untuk masuk jenjang pendidikan selanjutnya.

“Setiap kesempatan yang kita ambil, selalu ada resikonya. Apabila kita siap menang, kita juga harus berani menerima kekalahan. Mungkin saat itu usahaku kurang maksimal, dan aku percaya rencana Allah lebih indah,” pungkasnya.

Setelah melalui proses yang panjang, akhirnya Irsy bisa menjebol SMKN 2 Buduran-Sidoarjo. Lantaran sejak kecil ia ingin menjadi Akuntan Negara, ia pun memilih Program keahlian Bisnis Manjemen, dan Bidang Keahlian Administrasi.

Alhamdulillah, sekarang aku sudah duduk di bangku kelas X ADM, sesuai dengan impianku,” katanya.

Perjuangan panjang itu berujung pada November 2016 lalu, ia bersama dua temannya berhasil menyabet Juara 1 Lomba Cerdas Cermat, di Fakultas Bahasa Sastra, Universitas Airlangga.

Semua yang telah diraihnya, tak terlepas dari dukungan orang terdekatnya. Selain kedua orang tuanya, Irsy juga sangat berterima kasih kepada Lembaga Amil Zakat Dompet Amanah Umat (LAZ DAU), yang selama ini telah membantu menompang biaya pendidikannya, melalui Program Senyum Masa Depan (SMP).

“Terima kasih LAZ DAU, yang selama ini telah membantu meringankan biaya pendidikanku. Tak hanya memberikan beasiswa, sejak aku menjadi santri binaan LAZ DAU, aku menjadi lebih terinspirasi untuk mewujudkan semua impianku. Karena LAZ DAU juga sering mengadakan pelatihan untuk santri binaannya, baik untuk pengembangan prestasi maupun mengasah keahlian kita,” tutupnya di akhir perbincangan.

naskah dan foto: ayumungil

*naskah ini pernah dimuat di Majalah Istiqomah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *