Catatan Harian

Tiba-tiba Aku Merindukanmu

Pagi ini, di tengah perjalanan menuju kantor, ingatanku kembali terbesit tentangmu. Bahkan aku kira, seseorang yang sedang berpapasan denganku tadi, itu kamu. Nyatanya, aku salah, itu hanya anganku saja.

Mungkin aku terlalu merindukanmu, hingga wajahmu mulai membayangiku kembali. Bagaimana aku tidak merindukanmu? Kita sudah tak pernah berjumpa, selepas masa putih abu-abu itu. Kita memutuskan untuk menjalani kehidupan kita masing-masing.

Kamu masih ingatkah, dengan sebuah janji yang pernah kita ukir semasa putih abu-abu itu. Kita pernah berjanji, dua tahun setelah menyelesaikan masa study di bangku kuliah, kita akan bertemu kembali di tempat yang sama dengan penampilan yang berbeda. Kamu manjadi pilot, dan aku menjadi jurnalis.

Sekarang waktu yang dijanjikan telah tiba, harusnya kita bertemu hari ini. Aku ingin menunjukkan padamu, bahwa saat ini aku tak hanya sekadar menjadi jurnalis, tapi aku sudah menjadi seorang editor di salah satu majalah Islam.

Namun, belum sempat aku berbagi semua kebahagiaan ini denganmu, kamu memilih lebih dulu pergi ke surga, sebelum bertemu denganku. Semoga kamu mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, di sini aku akan selalu mendoakanmu dan merindukanmu setiap waktu.

 

Di sudut ruang rindu, 05 Oktober 2017

ayumungil

-am-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *