Artikel,  Catatan Harian

Jodohmu, Cerminan Dirimu

Beberapa hari lalu, tak sengaja aku bertemu dengan kawan lama. Seperti biasa, tak lupa ku tanyakan kabarnya dan kabar teman-teman yang masih bekerja di sana. Kami pun terlibat pada pembahasan yang begitu asyik, tentang masa depan sebuah lembaga.

Hingga di suatu titik, dia mulai menyinggung kehidupan pribadiku. Awalnya, ia bercerita tentang teman-teman sebayaku, yang sudah mulai naik ke pelaminan satu per satu. Bahkan ada yang usianya jauh lebih muda dariku, akan segera melangsungkan pernikahannya, dan kini dia sudah bercadar. Pembicaraan kami pun terhenti pada pertanyaan, “Kalau kamu sendiri, kapan nikah?”

Aku tersenyum mendengar pertanyaan itu. Bahkan telinga ini sudah tebal, hanya untuk mendengar “kapan nikah?” Aku pun menjawab, “Aku akan menikah pada waktunya. Dengan siapa? Tentunya dengan jodoh terbaik yang sudah disiapkan Allah untukku.”

Ukhti, Akhi..

Sekali lagi, jangan pernah merisaukan apa yang sudah dijamin sama Allah. Percayalah, jodohmu sudah ditetapkan, rezekimu sudah dijamin. Tinggal bagaimana usaha kita untuk menjemputnya, mau tetap istiqomah dalam ketaatan, atau melalui jalan maksiat? Semua itu pilihan. Jalannya sudah ada di hadapan kita, tinggal tentukan saja langkahnya.

Maaf, bukannya mau menyindir mereka, yang tengah terbuai dengan romansa cinta remaja. Ketahuilah, sebelum sampai pada tahap ini, aku pun pernah berusaha menjemput jodoh dengan jalan maksiat. Lantas apa yang aku dapatkan? Hanya sakit hati, kecewa dan terluka.

Karena ternyata yang mendekat dan dekat belum tentu direstui semesta. Aku pun baru menyadari, bahwa selama ini yang aku lakukan hanyalah menjaga jodohnya orang lain. Lalu sebenarnya siapa jodoh kita?

Ukhti, Akhi..

Ketahuilah, jodoh itu ibarat cermin. Masih ingatkah kita dengan janji Allah dalam Al Qur’an, “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga)” (QS. An-Nur: 26).

Jodohmu, cerminan dirimu. Ketika kamu memiliki pribadi yang baik, tentunya jodohmu juga akan baik sepertimu, begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, marilah kita perbaiki diri, pantaskan diri untuk menjemput jodoh terbaik dari Allah. Dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah.

Percayalah, bila waktunya sudah tiba, Allah sendiri yang akan mempertemukan dan mempersatukanmu dengan jodoh terbaikmu. Bila doa kita belum juga berbuah manis, anggap saja Allah sedang memberikan waktu lebih untuk memantaskan diri.

 

Menanti Senja, 09 Oktober 2017

Ayu Puspitaningtyas / ayumungil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *