Artikel,  Catatan Harian

Menolong Saudara Sesama Muslim

Dadang memang tidak terlahir dari keluarga yang berkecukupan, gaya hidupnya pun sederhana. Tapi ia sangat beruntung, tumbuh dan besar di lingkungan keluarga yang harmonis. Kasih sayang kedua orang tuanya, bisa ia dapatkan secara utuh.

Di dalam keluarganya, selalu menanamkan norma-norma sosial. Sebagai seorang muslim yang taat, kedua orang tuanya pun, selalu mengindahkan adab-adab Islam dalam kesehariannya. Hal ini tentu menjadikan Dadang sosok yang spesial, bila dibandingkan dengan teman sebayanya.

Di sekolah, Dadang juga berteman dengan teman-teman seusianya. Sama dengan yang lain, ia pun senang bermain dan bergurau. Bahkan ketika diganggu, ia tak pernah sedikitpun marah pada teman-temannya, dan Dadang tak ingin membalas perbuatan mereka.

Hingga pada suatu hari, Dadang membawa bekal nasi goreng sosis kesukaannya. Ketika bel istirahat berbunyi, semua siswa berebut keluar kelas, tak terkecuali Dadang. Ia pun ingin segera menikmati bekal, yang telah disiapkan Umminya, tadi pagi.

Namun belum sempat ia melangkah keluar kelas, Dadang melihat Amir duduk sendiri di pojok kelas. Tak sampai hati, ia pun mendatangi Amir yang sedang termenung seorang diri. “Kamu kok tidak istirahat, kenapa Mir? Biasanya kamu yang paling rajin keluar kelas lebih dulu,” tanya Dadang penasaran.

“Iya Dang, itu kemarin. Hari ini aku tidak membawa bekal, dan tidak ada uang saku. Kalau kamu mau istirahat, silahkan. Aku di kelas saja,” jawab Amir dengan muka kusam.

“Owalah Mir.. Mir.. Aku kira kamu kenapa? Kalau masalah bekal, jangan bingung. Kita makan siang dengan bekal yang aku bawa saja. Kebetulan Ummi tadi pagi masak nasi goreng sosis, cukuplah untuk berdua,” ajak Dadang.

Tak banyak kata, mereka pun menikmati bekal bersama. Dengan senang hati, Dadang berbagi bekal yang disiapkan Umminya, bersama Amir. Meskipun Amir selalu mengganggunya, namun tak pernah ada dendam di hati Dadang, atau niatan untuk membalas perbuatannya.

Karena Dadang selalu mengingat pesan Umminya, bahwa seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lainnya, dan harus menolong saudaranya yang mengalami kesulitan. Seperti yang tertulis dalam HR. Muslim, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya”.

 

Kantor, 10 Oktober 2017

Ayu Puspitaningtyas / ayumungil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *