Catatan Harian

Tapi Aku Belum Siap!

Hijrah. Kata itu kembali teringang dalam benakku. Setelah batin ini bergejolak, kini aku kembali dihadapkan dengan sejuta keraguan.

“Benarkah Allah rindu?? Haruskah aku berhijrah?? Tapi…”

Tekad yang telah bulat di awal, tiba-tiba sirna entah ke mana. Aku kembali meragu pada diriku sendiri. Betapa banyak dosa dan khilaf yang telah kulakukan selama ini. Aku hanya takut bila Allah marah padaku.

“Apakah diri ini pantas untuk berhijrah?”

Sungguh, keraguan ini muncul begitu saja. Aku pun berdiri di depan cermin. Kupandangi seluruh tubuhku. Aku tahu, hidup di dunia ini hanya sementara. Agamaku mengajarkanku untuk hidup sederhana, lalu apa yang telah aku lakukan selama ini?

Aku menjalani hidup sesuai dengan pemikiranku sendiri. Apa yang aku anggap benar, itulah yang aku lakukan. Padahal benar menurutku, belum tentu benar menurut-Nya. Aku hanya takut Allah semakin murka padaku.

Aku tahu, dalam surat cinta-Nya telah tertulis dengan gamblang, “Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).” (QS. Az Zumar: 53-54).

Yaa, rahmat Allah memang tak terbatas. Tapi apa pantas diri ini berhijrah?? Sementara bila aku teringat semua yang telah kulakukan di masa lalu, rasanya diri ini terlalu kotor. Begitu banyak dosa dan khilaf yang aku lalukan. Sungguh, aku tak ingin membuat Allah semakin murka.

“Aku ingin berhijrah, tapi aku belum siap!”

 

Sidoarjo, 25 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *