Catatan Harian

Menata Niat dalam Berhijrah

Mungkin tak hanya aku, tapi juga kamu dan yang lainnya. Pada dasarnya, setiap manusia akan selalu berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Masing-masing dari kita tentu menginginkan menjadi orang yang benar dan selalu bermanfaat bagi orang lain.

Semua itu tak bisa dipungkiri, karena memang telah menjadi fitrahnya manusia. Akan tetapi, banyak yang terhenti di angan dan kalah dengan keadaan. Hanya dengan kesadaran akan kesempatan yang tak datang dua kali lah, yang menjadikan kita sebagai manusia pilihan. Bukan menjadi sosok yang haus akan pujian dan sanjungan.

Sekali lagi, berhijrahlah. Maka kita akan merasakan manisnya iman. Namun dalam hal ini, bukan hijrah sebagai berpindahnya dari suatu tempat ke tempat lainnya. Tentunya, berhijrah demi meraih tujuan yang hakiki. Yakni, Sang Ilahi.

Ketika seseorang berhijrah dari tempat asalnya, tentu dia akan mendapatkan pengalaman dan teman baru. Karena seseorang yang berhijrah adalah mereka yang berupaya menyelaraskan diri dengan fitrahnya, mengejar mimpi untuk mewujudkan tujuan hidup yang hakiki, dan bisa bermanfaat bagi orang lain.

Yaa, pada hakikatnya setiap insan yang berhijrah memiliki tujuan masing-masing. Tergantung bagaimana menata niatnya. Ada yang berhijrah untuk menghilangkan rasa kemalasan menjadi semangat, dari akhlak buruk menuju akhlak yang baik, terlepas dari pergaulan yang buruk menuju pergaulan yang baik, dan kecintaan terhadap dunia menuju cinta pada-Nya.

“Sesungguhnya segala perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan dibalas berdasarkan apa yang dia niatkan. Barangsiapa hijrahnya untuk mendapatkan keridhaan Allah dan Rasulullah, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasulullah. Dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya bernilai sebagaimana yang dia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

Sidoarjo, 29 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *