Catatan Harian

Latih dan Didiklah Dirimu

Tiba-tiba mata ini terhenti pada sebuah hadis. “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Seketika itu juga air mata ini menetes, menanyakan pada lubuk ada yang terdalam. Apa kabar dengan hatiku? Sebagai seorang muslim, aku pun meyakini, bahwa kebahagiaan di dunia dan di akhirat tergantung pada sejauh mana aku dapat mendidik jiwaku, menjadikannya baik, mensucikannya, dan membersihkannya. Begitu pula sebaliknya, kecelakaan itu bisa terjadi karena adanya kerusakan pada jiwaku, kekotoran dan keburukanku.

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams [91]: 9-10)

Sebagaimana seorang muslim, aku pun percaya bahwa jiwa yang bersih dan suci adalah kebaikan iman dan amal yang shaleh. Begitu pula dengan jiwa yang kotor, najis, dan rusak adalah kejelekan kekafiran dan kemaksiatan.

Sebagaimana sabda Rasulullah, “Sesungguhnya seorang mukmin apabila ia berbuat satu dosa maka itu menjadi satu titik noda hitam dalam hatinya, jika ia bertaubat, meninggalkan dosanya dan memohon ampunan maka hatinya menjadi jernih kembali, tapi jika ia menambah dosanya maka bertambah pula noda hitamnya hingga menutupi hatinya.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad).

Itulah rona (penutup) yang dimaksud dalam firman Allah yang artinya, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin [83]: 14).

Untuk itu, aku selalu berusaha melatih jiwaku, mensucikan dan membersihkannya. Karena jiwa lebih prioritas untuk dididik, sehingga ia akan mendidiknya dengan adab-adab yang dapat mensucikan dan membersihkannya.

Jiwa yang telah dididik dengan baik, juga akan menjauhkan pemiliknya dari segala hal yang dapat mengotori serta merusaknya. Seperti keyakinan-keyakinanyang buruk serta perkataan dan perbuatan yang rusak, mengekang dengan sungguh-sungguh siang dan malam, mengevaluasi setiap saat, membawa pada perbuatan-perbuatan baik, mendorong untuk taat beribadah, juga memalingkan dan menjauhkan dari kejahatan serta kerusakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *