Catatan Harian

Semoga Allah Rida

Entah apa dan siapa yang mendorongku untuk kembali menulis, menuangkan setiap kisah yang telah berlalu dalam sebingkai kisah. Yang tentu saja, siapapun pasti bisa membacanya, ketika mereka sempat singgah dalam catatan harianku.

Dulu mungkin aku malu-malu menulis buku diary, bahkan aku menyembunyikannya dari semua orang. Lantas, kenapa aku sekarang berani menuliskannya secara terang-terangan? Bahkan tak tanggung-tanggung, aku membagikan dalam weblog pribadiku.

Bukan! Aku tidak ingin dieluh-eluhkan. Aku pun tak ingin dipuja. Siapa bilang aku mencari sensasi dan ingin terkenal? Bukan itu tujuanku menulis. Aku menulis karena aku sadar, menulis telah menyatu dalam jiwaku. Menulis adalah duniaku. Hanya dengan menulis, aku mampu menembus jutaan otak manusia. Dengan menulis aku mampu menginspirasi banyak orang. Bahkan, bila beruntung aku juga bisa mengubah pola pikir mereka dan mengajaknya dalam kebaikan.

Uang? Itu hanya bonus kecil dari Tuhan atas apa yang telah kita tekuni selama ini. Selebihnya, ketika diri ini bisa menjadi lebih bermanfaat untuk orang lain, itu sungguh kebahagiaan luar biasa.

Semoga aku bisa istiqomah berbagi kisah dan perjalanan hidup yang aku lalui. Tak lupa aku selalu berdoa, agar apa yang aku tulis bisa mendatangkan hidayah dan membawa kamu, yang sedang membaca tulisan ini untuk terus berjalan menuju kebaikan, yaitu jalan yang diridai-Nya. Aamiin aamiin yaa Rabb..

Walaupun kau adalah apa yang selalu aku tulis, dan aku adalah apa yang tak akan pernah kau baca. Itu tak menjadi masalah buatku, karena kita telah menentukan jalan masing-masing. Semoga Allah rida.

 

Sidoarjo, 11 September 2019

Ayumungil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *