Catatan Harian

Pulang

Hati ini sudah terlalu lelah mencari. Berjalan tanpa arah yang pasti. Hingga lagi dan lagi, kutemui kejengahan yang sama. Waktu begitu cepat berputar dan berganti. Aku pikir, semua akan baik-baik saja. Seperti halnya waktu, aku berharap, kamu pun akan terganti seiring bergantinya mentari dan bulan.

Nyatanya aku salah! Kau tetaplah yang kucari. Bahkan namamu tak pernah terganti. Dalam sepertiga malamku pun aku masih membicarakanmu dengan-Nya. Bertanya tentang kabarmu, mengkhawatirkan keadaanmu, bahkan aku sedikit memaksa untuk tetap bersamamu.

Pengecut? Iya, aku pantas mendapatkan julukan itu. Aku terlalu takut, jika kau tahu akan hatiku, maka kau akan membenciku. Padahal kan belum tentu, tapi tetap saja aku tak punya keberanian sebesar itu untuk berkata jujur padamu.

Ini memang salahku, yang lebih memilih untuk mencintaimu dalam diam. Diam-diam mendoakanmu di sepertiga malam. Semoga setelah ini aku dapat kembali pulang, dengan sebongkah rindu yang selalu kugenggam.

 

Sidoarjo, 15 September 2019

Ayumungil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *