Catatan Harian

Tatapan yang Sama

Hai, Kamu yang pernah hadir dan membersamai. Sudah lama kita tak duduk dalam satu meja yang sama untuk menikmati secangkir kopi di ujung senja. Membahas hal-hal yang sederhana dan ringan, sesuatu yang sering kita keluhkan bersama. Aku pikir, kau sudah melupakan segalanya. Nyatanya, kau masih sama dan tatapan itu…

Ah, lagi-lagi kau menatapku dengan cara yang sama. Sorot pandang yang tak pernah berubah. Penuh arti dan makna. Apa iya kau masih menyimpannya? Tapi, kau sendiri yang memutuskan dan meninggalkan. Bahkan saat ini jalan kita telah berbeda.

Mungkin ini hanya perasaanku saja, yang selalu gagal melupakanmu seutuhnya. Dan hatiku tak pernah salah. Tatapan itu adalah tatapan yang sama, seperti sebelum kau berjalan menjauh dari tempatku berdiri.

 

Sidoarjo, 17 September 2019

Ayumungil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *